PONTIANAK, SP - Aksi Bakti Sosial (Baksos) hari kedua kembali dilaksanakan oleh FRKP WB Vespa Lovers. Kali ini, sasaran pelayanan adalah warga Usu’ Kamang, Jalan Purnama.
Titik kumpul warga berada di kediaman Deni Batik, yang merupakan anggota FRKP WB Vespa Lovers, bersama istrinya, Sis Christa Kila, yang akrab disapa Watlok Kawan Dekat.
Suasana malam itu terasa hangat dan penuh kebersamaan. Alunan musik reggae turut bergema, menyemangati para relawan yang baru saja menyelesaikan tugas melayani warga dengan membagikan air bersih secara gratis.
Salah seorang anggota FRKP WB Vespa Lovers, John Repar, yang juga merupakan pendiri Club Vespa KAKURA Senakin, ikut terjun langsung membawa mobil pikap lengkap dengan tong air, galon, dan perlengkapan lainnya. Bersama Aseng Junior, ia mengantarkan air bersih hingga ke Rumah Pelangi.
Rasa lelah seolah terbayar dengan senyum kebahagiaan karena kegiatan baksos hari kedua malam itu dapat berjalan dengan baik.
Salah seorang warga penerima bantuan, Pak Edo, mengaku sangat senang mendapatkan pelayanan air bersih tersebut.
“Terima kasih, Bruder, atas air bersihnya. Sangat kami butuhkan sekarang ini. Bruder ini dulu satu sekolah dengan saya waktu di SD Nusa Indah, tetapi saya dua kelas di bawahnya,” ungkap Pak Edo sambil merangkul Bruder Steph.
Sementara itu, Ketua FRKP WB Vespa Lovers, Fransiskus Renne, yang akrab disapa Pak Renne, mengungkapkan kegembiraannya karena kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar selama dua hari berturut-turut.
“Kami bersyukur karena sejak kemarin hingga hari ini kegiatan baksos membantu warga mendapatkan air bersih dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga besok, giat hari ketiga juga dapat kami laksanakan dengan baik sesuai rencana,” ungkapnya.
Di tengah semangat pelayanan tersebut, sempat terjadi insiden kecil berupa kesalahpahaman dengan sepasang suami istri yang tinggal sebagai penghuni kost di sekitar lokasi pembagian air.
Saat tim sedang membagikan air bersih, sebuah mobil melintas dan berhenti di sekitar lokasi. Terjadi adu mulut antara pengendara dengan Deni dan beberapa anggota tim. Pengendara tersebut mengkhawatirkan mobilnya mengalami kerusakan akibat mobil pikap yang digunakan tim untuk menurunkan air.
Situasi sempat mengundang perhatian warga dan anggota forum yang berada di lokasi. Namun, berkat kesigapan seluruh anggota tim, suasana tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan.
Bruder Stephanus Paiman OFMCap, yang turut memimpin kegiatan baksos, kemudian memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara tenang.
“Bro, kita omong di situ sebentar. Kalau mobilmu lecet karena mobil kami, saya Bruder Stephanus Paiman sebagai Ketua FRKP bertanggung jawab. Mari kita ke bengkel untuk memperbaikinya,” ujar Bruder Steph kepada pengendara tersebut.
Namun, persoalan akhirnya tidak berlanjut karena ternyata tidak ditemukan kerusakan ataupun goresan pada kendaraan tersebut. Kekhawatiran yang disampaikan lebih kepada kemungkinan mobil terkena daun tebu yang berada di pinggir jalan.
Bruder Steph juga menegaskan kepada pasangan tersebut bahwa jika memang merasa dirugikan, mereka dipersilakan menempuh jalur hukum. Ia memilih tetap menghadapi persoalan tersebut dengan kepala dingin.
Menariknya, sempat pula muncul persoalan mengenai asal-usul. Sang istri menyebut dirinya sebagai orang Tanjung Raya. Hal tersebut justru disambut Bruder Steph dengan canda, karena sejumlah anggota forum yang berada di lokasi juga memiliki hubungan dengan kawasan tersebut.
“Tok sah bawa-bawa asal dan lain-lain,” ujar Bruder Steph sambil tertawa.
Tak lama kemudian, datang seorang pemuda yang mengaku sebagai warga asli Usu’ Kamang dan menyebut nama kakeknya, Pak Subuh. Bruder Steph justru tertawa dan meminta pemuda tersebut memanggil sang kakek.
Setelah Deni menjelaskan siapa Bruder Steph, suasana pun berubah menjadi hangat. Pemuda tersebut kemudian meminta maaf dan mencium tangan Bruder Steph.
Dengan tersenyum, Bruder Steph mengatakan bahwa Pak Subuh adalah kawannya. Ia juga mengenal keluarga tersebut sejak lama.
Insiden kecil itu akhirnya selesai tanpa kekerasan. Justru dari kejadian tersebut terlihat bahwa persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi, ketenangan, dan saling menghargai.
Bruder Stephanus Paiman OFMCap, salah seorang Penasehat FRKP WB Vespa Lovers yang setia memimpin kegiatan baksos, kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan pelayanan air bersih dapat terlaksana.
“Terima kasih kepada Allah atas penyertaan-Nya dan terima kasih kepada tim FRKP WB Vespa Lovers yang solid,” celetuknya sambil tersenyum.
Bagi tim FRKP WB Vespa Lovers, insiden kecil tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, pelayanan akan terus dilakukan.
Malam pun ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Para relawan kembali membawa senyum dan rasa syukur karena satu lagi tugas kemanusiaan telah dituntaskan.
Besok, baksos hari ketiga menanti. Semoga langkah kecil ini terus menjadi aliran kebaikan bagi warga yang membutuhkan. (tim)